Sebelum membahas darimana uang untuk pergi liburan, tentukan dulu 5 hal ini:
1. Anda mau liburan kemana, domestik atau luar negeri?
2. Seberapa sering Anda pergi liburan, setiap bulan? Atau sekali setahun?
3. Anda liburan dengan gaya ransel atau koper?
4. Siapa saja yang pergi berlibur, apakah Anda sendiri atau mengajak keluarga?
5. Kapan Anda mau pergi liburan?
Jika kelima hal tadi sudah jelas, Anda akan bisa merumuskan anggaran yang dibutuhkan untuk berlibur. Maka Anda bisa menyiapkan uang untuk berlibur dengan cara berikut:
1. Menabung bulanan, banyak tabungan berjangka dengan bunga tinggi di luar sana yang bisa Anda manfaatkan. Misalnya butuh biaya 10 juta, dengan membuat tabungan berjangka berbunga 3,75% per-tahun dan inisial deposit 1 juta, maka setiap
bulannya Anda cukup menabung 735ribu saja.
2. Jika pendapatan dan pengeluaran bulanan sudah mepet dan kesulitan menabung bulanan, Anda bisa langsung menyisihkan THR atau bonus tahunan untuk biaya berlibur tahunan.
3. Mencari pekerjaan tambahan, dimana pendapatan ekstra ini dikhususkan untuk mewujudkan liburan impian Anda.
4. Terakhir, kartu kredit bisa menjadi solusi untuk biaya pergi liburan, namun pastikan sepulang liburan Anda bisa membayar penuh tagihan kartu kredit tersebut atau Anda akan terkena bunga tinggi 1,75% per-bulan, atau 21% per-tahun. Jika tagihan
melebihi kemampuan membayar bulanan, manfaatkan fitur ubah tagihan menjadi cicilan 0% tanpa biaya admin yang kini banyak diberikan bank-bank. Ubah tagihan bernilai besar seperti biaya tiket pesawat misalnya, menjadi tagihan 3, 6 hingga
maksimal 12 bulan.
Prinsipnya, liburan itu penting, karena bagian dari self care diri sendiri yang sudah bekerja memberikan yang terbaik setiap harinya pada profesi yang Anda tekuni. Namun pastikan, liburan sesuai anggaran keuangan, jangan sampai pulang healing malah pening karena harus bayar hutang ongkos liburan. Bingung mulai darimana, konsultasikan tujuan hidupmu dengan penulis segera, karena Financial Planner yang memahami situasi keuanganmu dan memberikan saran yang tepat demi kamu mencapai tujuan sesegera mungkin ialah sebuah investasi berharga.
https://lerem.net/site/booking
Bersama kita belajar bahwa memaafkan dapat membantu membebaskan diri dari kendali orang yang menyakiti kita. Memaafkan bisa menimbulkan perasaan pengertian, empati, dan kasih sayang untuk orang yang menyakiti kita.
Sharing kelas akan ditutup dengan meditasi bersama, Meditasi memaafkan.
Sampai bertemu di kelas Sahabat Lerem
Kamis, 13 April 2023 ? 19.30 - 21.00 WIB
Link pendaftaran
https://forms.gle/AV3VW1x8ZU3UEyD37
?????Speakers Seruni Hardiono - Mindfulness Facilitator (@seruni.hr )
Katie Elvinata - Life & Well being Coach (@nathabby)
kuti IG @sahabat_lerem
untuk mendapatkan informasi lebih lanjut https://www.instagram.com/sahabat_lerem/
atau kunjungi website kami www.lerem.net
#lerem #trainingandwellbeingplatform #serenity #calm #wellness #wellbeing #mindfulness #career #leadership #parenting #remedyforyourbodymindsoul #MemaafkanBukanMenyerah
#DendamHanyaMembuatSakit #DamaiDenganDiriSendiri
#HidupLebihBahagiaTanpaDendam #MemaafkanAdalahKekuatan
#BelajarMemaafkanDanMelupakan #DendamTidakAkanMenyelesaikanMasalah #MemaafkanItuIndah #BebaskanDiriDariDendam#MemaafkanAdalahPilihan #memaafkan #berdamai #pengampunan
Di dalam perjalanan hidup kita, pasti kita pernah mengalami rasa terluka atas tindakan atau perkataan orang lain atau mungkin kita pernah mengalami pengalaman traumatis, seperti dilecehkan secara fisik atau emosional oleh seseorang yang dekat dengan diri kita. Luka-luka ini dapat meninggalkan perasaan dendam, kepahitan, dan kemarahan yang bertahan lama - terkadang bahkan kebencian.
Apa yang akan kita lakukan ? Apakah kita akan menahan dan memendam rasa sakit itu atau akankah kita merangkul pengampunan, memaafkan, kita merangkul kedamaian dan harapan. Dengan intensi , bahwa kita percaya dengan memaafkan dapat membawa kita ke jalan kesejahteraan fisik, emosional dan spiritual.
Arti kata memaafkan bisa jadi hal yang berbeda bagi orang yang berbeda. Namun secara umum, ini melibatkan keputusan yang disengaja untuk melepaskan kebencian dan kemarahan. Tindakan yang menyakiti atau menyinggung kita mungkin selalu bersama kita. Tetapi mengupayakan untuk memaafkan dapat mengurangi cengkeraman tindakan itu pada diri kita , dapat membantu membebaskan diri dari kendali orang yang menyakiti kita. Dan bahkan, memaafkan bisa menimbulkan perasaan pengertian, empati, dan kasih sayang untuk orang yang menyakiti kita. Memaafkan tidak berarti melupakan, memaafkan membawa semacam kedamaian yang memungkinkan kita dapat fokus pada diri sendiri dan membantu kita melanjutkan hidup.
Oleh karena itu kita harus membawa diri kita untuk bergerak ke proses memaafkan. Kita harus sadar, bahwa memaafkan adalah komitmen untuk berubah. Itu membutuhkan latihan.
Kita harus kenali terlebih dahulu nilai / value dari memaafkan dan akibat positif di kehidupan kita. Kita memaafkan diri kita sendiri dan rasakan emosi dan terima tentang semua akibat yang kurang menyenangkan di diri kita., kenali bagaimana emosi tersebut mempengaruhi perilaku kita, dan berusahalah untuk melepaskannya. Sadarilah bahwa memaafkan adalah sebuah proses. Bahkan luka kecil mungkin perlu ditinjau kembali dan dimaafkan lagi dan lagi
Lalu, bagaimana jika akulah yang membutuhkan pengampunan?
Langkah pertama adalah dengan jujur menilai dan mengakui kesalahan yang telah kita lakukan dan bagaimana kesalahan itu memengaruhi orang lain. Berusahalah untuk tidak menilai diri kita sendiri terlalu keras.
Jika kita benar-benar menyesali sesuatu yang telah dikatakan atau lakukan, pertimbangkan untuk menghubungi orang yang telah disakiti. Sampaikan niat kita tentang kesedihan atau penyesalan yang tulus. Mintalah pengampunan tanpa membuat alasan. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk memaafkan diri kita. Orang lain perlu beralih ke pengampunan pada waktu mereka sendiri.
Ingat, memaafkan adalah sebuah proses.
Apa pun yang terjadi, berkomitmenlah untuk memperlakukan orang lain dengan kasih sayang, empati, dan rasa hormat.
Written by Katie Elvinata
Melatih Kesadaran Diri Harian Demi Keuangan yang Lebih Baik
Seringkali penyebab kita terjebak living paycheck from paycheck, karena kita terbawa arus gaya hidup. Pada tanggal cantik setiap bulannya, kita dibombardir notifikasi diskon, belum lagi overspending untuk self reward dan healing, yang pada akhirnya bikin pusing sendiri ketika melihat tagihan kartu kredit atau paylater karena kebanyakan belanja di e-commerce.
Membiasakan diri untuk mempraktekkan kesadaran (mindfulness) dalam kebiasaan keuangan sehari-hari akan membuat kita bisa menikmati hidup tanpa memberatkan keuangan kita, karena kita melatih financial wisdom diri sediri. Berikut kebiasaan yang bisa dimulai hari ini juga:
1. Bernafas. Cari posisi nyaman, duduk bersila dan letakkan kedua tangan di lutut dengan posisi telapak tangan terbuka. Tarik nafas dalam beberapa kali, fokus pada nafas. Hal ini akan membantu kita memliki pikiran yang bersih dan fokus.
2. Bersyukur. Bayangkan 3 berkat yang kita terima hari ini, sesederhana, kesehatan yang kita miliki , rumah yang nyaman, dan pekerjaan yang memberikan penghasilan. Kebiasaan ini akan membantu kita memiliki sikap positif sepanjang hari.
3. Tujuan keuangan. Hidupkan Dream Board yang kita miliki, apakah melanjutkan pendidikan, membeli rumah pertama, atau memberangkatkan orang tua ke tanah suci. Dengan membayangkan seolah-olah kita sudah mencapai hal ini akan membantu kita fokus dan termotivasi untuk mewujudkannya.
4. Sadar menggunakan uang. Sebelum melakukan pembelian apapun, ambil 3 detik untuk bertanya ke diri kita, apakah sesuatu yang kita beli akan membantu mendekatkan diri kita menuju tujuan keuangan kita.
5. Catat atau monitor pengeluaran. Jadikan hal ini kebiasaan, sehingga kita mengidentifikasi pos mana yang bisa kita optimalkan atau bahkan jika kita memang perlu menambah penghasilan.
Membiasakan kesadaran diri dalam kebiasaan kita mengelola uang akan membuat kita terbiasa hadir penuh menghadapi apa yang di depan mata dan membuat pilihan sesuai dengan niatan, bukan sekedar ikut-ikutan iklan, influencer atau teman. Pada akhirnya, kita mengambil kontrol penuh terhadap keuangan kita, memiliki hubungan yang lebih baik dengan uang sebagai alat untuk mewujudkan impian-impian kita dan meningkatkan keseluruhan kesehatan keuangan kita. Selamat mencoba!
Bersama kita belajar konsep dasar keuangan dalam webinar Understanding Money , sehingga kita dapat mengambil keputusan keuangan dengan bijak. Let's be a mindful spender!
Tidak mudah menjadi seorang wanita melakukan banyak peran di kehidupannya. Bersama Lerem, kita akan membahas apa yang menjadi tantangan dan cara yang bijak dalam menghadapinya. Para fasilitator Lerem, melalui sudut pandang yang berbeda, akan sharing bagaimana Wanita dapat menjalankan perannya untuk tetap dapat berpikir positif dan mindful .
Sahabat Lerem, bahwa relasi sehat dengan diri sendiri adalah hal penting yang harus kita ketahui , bagaimana mengenali emosi dengan baik dan trampil menata nya. Bersama dengan Lerem , kita akan belajar mengenali emosi dan mengenal tools yang sederhana untuk self healing
Kamis , 02 Maret 2023
19.00 - 20:30WIB
Registrasi: https://forms.gle/oUu8zoYoDo9AR1Tk9
Speakers
Katie Elvinata - Life & Well being Coach (@nathabby)
Hani Amalia -Mindfull coach & well being and mental health ambassador (@hani.amalia)
Ikuti IG @sahabat_lerem untuk mendapatkan informasi lebih lanjut https://www.instagram.com/sahabat_lerem/ atau kunjungi website kami www.lerem.net
Hallo Sahabat Lerem, dengan kondisi perekonomian yang masih akan cukup menantang di tahun ini, apa dampak terhadap karir di dunia kerja. Bersama dengan Career Charger Coach , Kak @dianputyoscarini akan memberikan kita tips & trik nya untuk tetap bisa tangguh dan juga bijak dalam menghadapi tantangan di dunia kerja.
#careerin2023 #careerchargercoach #resilient #mindful #sharingclass #lerem #remedyforyourbodymindsoul
Sharing hangat tentang bagaimana kita bisa lebih mengenal diri kita melalui bahasa cinta. Dan apa manfaatnya jika bahasa cinta bisa diaplikasikan di kehidupan terutama di dalam keluarga kita.
Gunakan link ini untuk kenal bahasa cintamu :
https://satupersen.net/quiz/tes-love-language
Join Zoom Meeting : https://us06web.zoom.us/j/88593166609?pwd=MWsySnpkWTZuN08zeVdaZW9lckZOUT09
Pernahkah anda memperoleh pertanyaan “Apa yang membuat anda bersemangat melanjutkan kehidupan?” Jika pernah, maka kemungkinan anda telah mengalami suatu pengalaman hidup yang berat, misalnya kehilangan significant other, berada pada titik terendah dalam perjalanan hidup anda, atau memperoleh kesempatan hidup kedua, setelah menjalani suatu fase sakit keras yang bisa merenggut nyawa.
Sebagai ‘lulusan’ (semoga benar sudah lulus tanpa perlu ‘program lanjutan’) dari salah satu penyakit paling mematikan, yang diperingati setiap tanggal 4 Februari, pertanyaan “Apa yang membuat saya bersemangat melanjutkan kehidupan?” pernah saya peroleh. Pertanyaan yang cukup mind triggering, seperti pertanyaan pada sesi coaching. Bagi saya, jawabannya mungkin terdengar simple, yaitu karena saya masih diberikan nyawa, dan masih diberi kesempatan untuk memainkan serangkaian scenario yang dengan indahnya (walaupun terkadang memusingkan dan sulit untuk serta merta diterima) diciptakan Tuhan bagi setiap makhluk yang diberikan ruh olehNya.
Diberikan kesempatan untuk masih bernafas juga memberikan banyak konsekuensi, diantaranya adalah, masih adanya kesempatan untuk menabung amal, memperbaiki kesalahan, merasakan kesenangan duniawi (tidak munafik, saya masih menikmati dan menginginkannya), sekaligus harus siap untuk menghadapi ujian kehidupan (saya cukup ngeri ketika menuliskan kata ‘ujian’).
Terkadang, hal-hal menyenangkan atau harapan tentang datangnya kebahagiaan, yang membuat saya bersemangat menjalani kehidupan, namun terkadang adanya tantangan dalam kehidupanlah yang membuat saya tetap harus bergerak, melupakan penyakit dan rasa sakit. Sebagai manusia normal, tentu saja saya mengharapkan untuk memperoleh lebih banyak kesenangan dalam kehidupan, walaupun sebenarnya kesenangan itupun, bisa jadi merupakan ujian yang membuat terlena dan menjauh dari Sang Pencipta.
Akhirnya kesadaran akan adanya hadiah sekaligus tugas dari Allah SWT, yang bernama kehidupan inilah yang membuat saya terus berjalan. Bukan sekedar hidup, namun berusaha menghidupkan kehidupan.
Ketika didiagnosa penyakit kritis
Anda menderita Kanker. Kalimat pendek yang mampu menjungkir-balikkan dunia seseorang dan merasa kiamat dirinya sudah ditetapkan. Bagaimana bila itu terjadi dengan Anda? Harus bagaimana?
Pertama, saat mendengar vonis Penyakit Kritis, biarkan diri Anda mencerna serta memprosesnya. Bila butuh waktu untuk sendiri memprosesnya maka lakukanlah. Beri ruang dan waktu diri Anda untuk sedih, menangis dan marah lalu menerimanya namun jangan berlama-lama menunda dan menyangkal karena tidak ada gunanya. Pengobatan untuk Kanker adalah terapi medis sehingga pastikan Anda pergi ke terapi medis.
Kedua, Bangun Ketahanan Diri Anda, baik itu emosi dan fisik karena perjalanan penyakit ini cukup panjang bahkan ketika Anda sudah menjadi penyintas. Ketahanan Emosi berperan dalam sepanjang waktu Anda menjalani terapi pengobatan.
Terima dan Rangkul. Tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja. Mencoba menekan emosi sedih dan marah hanya akan memicu stres sementara menyangkal menerima kenyataan akan mencegah Anda untuk melanjutkan hidup. Terima dan rangkul emosi Anda. Sulit dan bisa.
Rawat Diri. Perlakukan diri Anda dengan baik. Terapi pengobatan yang panjang akan menguras tenaga, uang dan pikiran. Tubuh dan pikiran sangat erat terhubung karenanya perhatikan kesehatan tubuh dan pikiran Anda.
Dukungan Komunitas. Memiliki komunitas pendukung yang tepat sangat membantu Anda melalui masa-masa sulit. Dalam hal ini seperti Keluarga, para sahabat dan grup pendukung yang akan menjadi pendamping serta membantu Anda membangun ketahanan emosi diri. Memiliki pendamping dan pendukung yang dapat Anda hubungi tanpa perlu memiliki jawaban atas penyakit Anda, mereka hanya perlu bersedia mendengarkan dan mendampingi tanpa menghakimi ketika Anda berjuang melalui masa-masa sulit.