Pernahkah anda memperoleh pertanyaan “Apa yang membuat anda bersemangat melanjutkan kehidupan?” Jika pernah, maka kemungkinan anda telah mengalami suatu pengalaman hidup yang berat, misalnya kehilangan significant other, berada pada titik terendah dalam perjalanan hidup anda, atau memperoleh kesempatan hidup kedua, setelah menjalani suatu fase sakit keras yang bisa merenggut nyawa. Sebagai ‘lulusan’ (semoga benar sudah lulus tanpa perlu ‘program lanjutan’) dari salah satu penyakit paling mematikan, yang diperingati setiap tanggal 4 Februari, pertanyaan “Apa yang membuat saya bersemangat melanjutkan kehidupan?” pernah saya peroleh. Pertanyaan yang cukup mind triggering, seperti pertanyaan pada sesi coaching. Bagi saya, jawabannya mungkin terdengar simple, yaitu karena saya masih diberikan nyawa, dan masih diberi kesempatan untuk memainkan serangkaian scenario yang dengan indahnya (walaupun terkadang memusingkan dan sulit untuk serta merta diterima) diciptakan Tuhan bagi setiap makhluk yang diberikan ruh olehNya. Diberikan kesempatan untuk masih bernafas juga memberikan banyak konsekuensi, diantaranya adalah, masih adanya kesempatan untuk menabung amal, memperbaiki kesalahan, merasakan kesenangan duniawi (tidak munafik, saya masih menikmati dan menginginkannya), sekaligus harus siap untuk menghadapi ujian kehidupan (saya cukup ngeri ketika menuliskan kata ‘ujian’). Terkadang, hal-hal menyenangkan atau harapan tentang datangnya kebahagiaan, yang membuat saya bersemangat menjalani kehidupan, namun terkadang adanya tantangan dalam kehidupanlah yang membuat saya tetap harus bergerak, melupakan penyakit dan rasa sakit. Sebagai manusia normal, tentu saja saya mengharapkan untuk memperoleh lebih banyak kesenangan dalam kehidupan, walaupun sebenarnya kesenangan itupun, bisa jadi merupakan ujian yang membuat terlena dan menjauh dari Sang Pencipta. Akhirnya kesadaran akan adanya hadiah sekaligus tugas dari Allah SWT, yang bernama kehidupan inilah yang membuat saya terus berjalan. Bukan sekedar hidup, namun berusaha menghidupkan kehidupan.