Di dalam perjalanan hidup kita, pasti kita pernah mengalami rasa terluka atas tindakan atau perkataan orang lain atau mungkin kita pernah mengalami pengalaman traumatis, seperti dilecehkan secara fisik atau emosional oleh seseorang yang dekat dengan diri kita. Luka-luka ini dapat meninggalkan perasaan dendam, kepahitan, dan kemarahan yang bertahan lama - terkadang bahkan kebencian. Apa yang akan kita lakukan ? Apakah kita akan menahan dan memendam rasa sakit itu atau akankah kita merangkul pengampunan, memaafkan, kita merangkul kedamaian dan harapan. Dengan intensi , bahwa kita percaya dengan memaafkan dapat membawa kita ke jalan kesejahteraan fisik, emosional dan spiritual. Arti kata memaafkan bisa jadi hal yang berbeda bagi orang yang berbeda. Namun secara umum, ini melibatkan keputusan yang disengaja untuk melepaskan kebencian dan kemarahan. Tindakan yang menyakiti atau menyinggung kita mungkin selalu bersama kita. Tetapi mengupayakan untuk memaafkan dapat mengurangi cengkeraman tindakan itu pada diri kita , dapat membantu membebaskan diri dari kendali orang yang menyakiti kita. Dan bahkan, memaafkan bisa menimbulkan perasaan pengertian, empati, dan kasih sayang untuk orang yang menyakiti kita. Memaafkan tidak berarti melupakan, memaafkan membawa semacam kedamaian yang memungkinkan kita dapat fokus pada diri sendiri dan membantu kita melanjutkan hidup. Oleh karena itu kita harus membawa diri kita untuk bergerak ke proses memaafkan. Kita harus sadar, bahwa memaafkan adalah komitmen untuk berubah. Itu membutuhkan latihan. Kita harus kenali terlebih dahulu nilai / value dari memaafkan dan akibat positif di kehidupan kita. Kita memaafkan diri kita sendiri dan rasakan emosi dan terima tentang semua akibat yang kurang menyenangkan di diri kita., kenali bagaimana emosi tersebut mempengaruhi perilaku kita, dan berusahalah untuk melepaskannya. Sadarilah bahwa memaafkan adalah sebuah proses. Bahkan luka kecil mungkin perlu ditinjau kembali dan dimaafkan lagi dan lagi Lalu, bagaimana jika akulah yang membutuhkan pengampunan? Langkah pertama adalah dengan jujur menilai dan mengakui kesalahan yang telah kita lakukan dan bagaimana kesalahan itu memengaruhi orang lain. Berusahalah untuk tidak menilai diri kita sendiri terlalu keras. Jika kita benar-benar menyesali sesuatu yang telah dikatakan atau lakukan, pertimbangkan untuk menghubungi orang yang telah disakiti. Sampaikan niat kita tentang kesedihan atau penyesalan yang tulus. Mintalah pengampunan tanpa membuat alasan. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk memaafkan diri kita. Orang lain perlu beralih ke pengampunan pada waktu mereka sendiri. Ingat, memaafkan adalah sebuah proses. Apa pun yang terjadi, berkomitmenlah untuk memperlakukan orang lain dengan kasih sayang, empati, dan rasa hormat. Written by Katie Elvinata